- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -
Home » , , , , » Bunga Teratai - Lambang-lambang Buddhis

Bunga Teratai - Lambang-lambang Buddhis


Dalam Buddhisme, teratai (lotus) dikatakan mewakili prinsip hukum sebab dan akibat, dimana setiap tindakan atau pikiran menyebabkan efek, yang dapat dialami baik dalam kehidupan ini atau di kehidupan yang akan datang. Bunga teratai (lotus) ini dapat muncul dari kolam yang kotor, tapi masih tetap tak tersentuh dan ternoda oleh kotoran dan lumpur di sekitar kolam. Hal yang unik dari bunga ini diyakini melambangkan semangat, kelahiran kembali, kecantikan, kesuburan, dan kebangkitan. Bunga teratai (lotus) membentuk prinsip­prinsip dari 8 jalan Buddhis, salah satu ajaran tertinggi Sang Buddha. Bunga teratai (lotus) mengangkat dirinya sendiri ke atas air yang berlumpur, yang merupakan lambang mencapai pencerahan spiritual. Meskipun akarnya di dalam lumpur, teratai (lotus) tumbuh ke atas, dan naik menuju cahaya. Dengan kata lain, itu merupakan perjalanan dari kegelapan ke arah terang yang penuh pengetahuan atau kebijaksanaan, Om mani padme hum.
 Related image

Warna­-warna yang berbeda dari teratai (lotus) memiliki simbolisme spiritual dalam Buddhisme. Teratai (lotus) merah muda adalah teratai (lotus) tertinggi, yang menunjukkan pencerahan tertinggi dan berhubungan dengan Buddha, teratai (lotus) biru melambangkan kebijaksanaan, teratai (lotus) putih diartikan kesempurnaan spiritual, dan teratai (lotus) merah melambangkan hati. Menurut mitos, Sang Buddha muncul secara ajaib dari teratai (lotus). Beberapa legenda juga mengatakan bahwa bunga teratai (lotus) muncul di setiap tempat di mana Sang Buddha menapakkan kakinya.

Related image

Teratai melambangkan kesucian, hidup di kolam berlumpur tetapi teratai menghasilkan bunga yang begitu indah yang tak ternoda oleh lumpur. Bunga teratai tidak terpengaruh oleh lingkungannya yang kotor, ia tetap indah dan bersih maka kita harus mencontoh sifat teratai ini.

Kadang kita dikelilingi oleh lingkungan dan teman-teman yang jahat, tidak suka berbuat baik, kikir, tidak gemar berdana, malas belajar, dan sebagainya. Namun hendaknya kita tidak terpengaruh oleh mereka. Ibarat terati kita harus menjadi baik dimana pun kita berada.

0 komentar:

Posting Komentar

Agenda Tahun 2018

1. Tanggal 5 - 6 Januari Temu Pelatih Nasional dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI 2018. 2. Tanggal 22 April; Video Converenc Maluku Belajar 3. Tanggal 28 April; Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bidang TIK - Tana Toraja Sulsel. 4. Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau. 5. Tanggal 25 - 27 Juli; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi RIau

Translate

Instagram

My Facebook

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.